Saat berjalan, arahkan perhatian pada langkah dan kontak kaki dengan tanah. Tidak perlu memperlambat segalanya, cukup sadari ritme tubuh dan lingkungan sekitar.
Dalam pekerjaan rumah seperti mencuci piring, rasakan suhu air, tekstur busa, dan gerakan tangan. Mengubah tugas rutin menjadi momen sadar membuat kegiatan terasa lebih penuh makna.
Ketika bepergian, gunakan jeda di lampu merah atau saat menunggu lift untuk memeriksa postur tubuh dan menarik napas. Potongan waktu singkat ini memberi jeda mental tanpa menambah beban.
Berbicara dengan orang lain juga bisa jadi momen perhatian: dengarkan nada suara, jeda di antara kata, dan ekspresi wajah dengan penuh kasih sayang. Komunikasi yang lebih hadir membangun hubungan yang lebih hangat.
Latihan ini bukan soal mencapai kesempurnaan, melainkan mengundang kebiasaan memerhatikan hal kecil. Perlahan, perhatian ringan ini akan terasa alami dalam berbagai aktivitas.
